Minggu, 07 April 2013


Kehidupan Di Bumi
Bumi adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat, satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet yang diketahui memiliki makhluk hidup. Hidrosfernya yang cair adalah khas diantara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diobservasi memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan makhluk hidup yang menghasilkan 21% oksigen. Bumi memiliki satu satelit, bulan, satu-satunya satelit besar dari planet bumi di dalam tata surya.
Garis tengah ekuatorial : 7.923 mil. Sedangkan antar kutub 7.900 mil. Berat jenis 5,5 dan beratnya 6,6 x 1021 ton. Inti dalam bumi tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil. Mantel bumi 1.800 mil dan lapisan litosfer 20 mil. Lapisan bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71% muka bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 meter. Sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer, terdiri dari troposfer setebal 10 mil. Sesudah troposfer ialah stratosfer dengan ketebalan mulai 10-50 mil. Pada lapisan ini terdapat ozon yang dapat menolak datangnya sinar ultraviolet berintensitas tinggi dari matahari yang dapat merusak lapisan ionosfer. Enam lempengan utara di bumi : Lempengan Amerika, Lempengan Afrika, Lempengan Eurasia, Lempengan India, Lempengan Australia, Lempengan Pasifik.
Teori tentang kejadian bumi
a)      Teori Kant Laplace
           Teori ini mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari kondensasi massa kabut gas yang sangat panas. Pada proses kondensasi tersebut, massa gas yang jauh dari pusat massa tidak ikut tertarik kearah pusat. Setelah mendingin, pusat massa menjadi bintang atau matahari dan massa yang tertinggi menjadi planet - planet dan benda angkasa lainnya yang mengelilingi matahari.
b)     Teori Chamberlain dan Moulton
           Teori ini mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari dua massa kabut gas yang berdekatan dan saling tarik-menarik. Akibatnya, sebagian massa dari kedua kabut tersebut terlepas dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda kecil yang padat (planetesimal).
c)      Teori Jean dan Jefreys
           Bintang besar yang jauh lebih besar dari pada matahari memiliki gaya tarik yang sangat kuat terhadap matahari, akibatnya akan terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari yang menyerupai gunung yang sangat tinggi dan menyerupai lidah raksasa yang berupa gas sangat panas selanjutnya mengalami pemadatan kemudian pecah menjadi benda-benda tersendiri yang disebut planet.
      Asal Mula Kehidupan di Bumi
        Ada beberapa pendapat berupa hipotesis ataupun teori tentang asal mula kehidupan di bumi, diantaranya :
a)      Generatio Spontanea
Sebelum abad 17, orang menganggap bahwa makhluk hidup berbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya.
Contoh : ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus. Paham ini disebut juga abiogenesis  artinya makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan makhluk hidup, misalnya dari lumpur akan timbul cacing. Paham ini dipelopori oleh Aristoteles.
b)     Cozmozoa
Adalah pendapat yang menyatakan bahwa makhluk hidup di bumi ini berasal dari luar bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup itu datang dalam bentuk spora yang aktif, jatuh ke bumi lalu berkembang biak.
c)      Omne Vivum ex Ovo
Francisco Redi (1626-1697), ahli Biologi Itali, dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat. Kemudian mengemukakan pendapat bahwa dari telur atau Omne Vivum ex Ovo
d)     Omne Ovo ex Vivo
Lazarro Spallanzani (1729-1799), ahli biologi Italia dapat membuktikan bahwa mikrooganisme atau jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu.
Bila kalau dididihkan kemudian ditutup rapat-rapat, maka pembusukan tidak terjadi. Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup, atauOmne Ovo ex Vivo.
e)      Omne Vivum ex Vivo
Louis Pasteur (1822-1895), sarjana kimia Perancis, melanjutkan pecobaan Spallanzani, yakni dengan menggunakan berbagai mikroorganisme. Ia berkesimpul bahwa agar timbul kehidupan baru, harus ada kehidupan sebelumnya atau Omne Vivum ex Vivo. Teori ini disebut juga Biogenesis. Dengan teori ini maka teori Abigenesis mulai ditinggalkan orang.

f)     Teori Uray
Harold Uray (1893), ahli kimia Amerika, mengemukakan bahwa atmosfer pada mulanya kaya akan gas-gas metan (CH4), amoniak (NHj), hidrogen (H2), dan air (H2O). Zat – zat ini merupakan unsur penting dalam tubuh makhluk hidup. Diduga, karena adanya energy dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsure - unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan virus yang kita kenal sekarang. Zat ini setalah berjuta-juta tahun berkembang menjadi organisme.
g)      Teori Oparin - Haldane
Oparin, ahli Biologi Rusia (1938), dan J.B.S Haldane, ahli Biologi Inggris, secara terpisah  mengemukakan pendapat yang sama mengenai asal mula kehidupan. Secara singkat pendapatnya adalah sebagai berikut : Jasad hidup terbentuk dari senyawa kimia dalam laut pada saat asmofer bumi belum mengandung oksigen bebas. Senyawa organik ini antara lain asam amino sederhana,purin, dan basa pirimidin, senyawa – senyawa golongan gula, kemudian terbentuk pula senyawa – senyawa polipeptida, asam polinukleat dan polisakarida. Semuanya dapat terbentuk berkat bantuan sinar ultraviolet, kilatan listrik (petir), panas dan sinar radiasi. Jasad hidup pertama disebut protobiont, diperkirakan hidup didalam laut, kira – kira 10 m di bawah permukaan laut. Melengkapi teori ini, pada tahun 1953, Stanley L. Miller, seorang murid Uray membuat percobaan yang sangat berhasil. Percobaannya dilakukan untuk menguji anggapan bahwa pada kondisi awal atmosfer bumi yang kaya akan metan, amoniak, hidrogen, dan air. Dengan bantuan kilatan listrik dan suhu yang cukup, dapat terbentuk senyawa – senyawa organik, termasuk asam amino, purin, primidin, gula ribose, maupun 2-dioksiribosa asam nukleat, dan nukleosida seperti ATP. Semua senyawa tersebut adalah senyawa dasar dari jasad hidup. Weisz, melanjutkan hipotesis Oparin, disertai bekal teori Uray, yang telah diuji kebenarannya oleh Miller (1961). Menurut Weisz penggabungan senyawa kimia itu terus berlangsung menjadi molekul molekul yang lebih besar dan kompleks. Salah satu ikatan yang banyak itu berbentuk asam nuklein yang terdiri dari gula, fosfat, puru, primidin, asam amino. Rantai cenderung untuk mengikat rantai – rantai dari sekitarnya, sehingga terjadilah rantai ganda yang setangkup. Kemudian rantai yang satu melepaskan diri dari yang pertama asam bentuk duplikat. Mulai dari sinilah, mungkin terjadi loncatan tingkah laku kimiawi dan sifat tak hidup ke sifat hidup. Pada saat rantai tadi mengikat rantai yang sama, boleh kita sebut sebagai reproduksi yang pertama.
 Perkembangan Variabilitas Makhluk Hidup
a)      Sel dan Pembelahan Sel
Sel adalah unit terkecil makhluk hidup uniseluler dan multiseluler yang terdiri dari :
-       Membran, berfungsi dalam iritabilitas
-       Sitoplasma berfungsi untuk metabolisme
-       Intiplasma, berfungsi untuk pembelahan sel
Fungsi pembelahan sel :
-       Regenerasi sel – sel yang rusak/ mati
-       Pertumbuhan dan perkembangan
-       Berkembang biak ( reproduksi )
-       Variasi individu baru
 Pembelahan sel :
-       Amitosis ( pembelahan secara langsung )
-       Mitosis ( pembelahan secara bertahap )
-       Meiosis ( pembelahan sel kelamin-reduksi )
Amitosis
-       Terjadi pada makhluk hidup sederhana : bakteri, ganggang, dll.
-       Mula – mula terbentuk dinding sel baru pada sel dewasa dan inti sel mendekati dinding itu.
-       Inti membelah dua dan bergerak saling menjauh
-       Gerakan saling menjauh itu diikuti oleh dinding sel
-       Terbentuk dua sel “anak” yang akan berkembang menjadi dewasa dan membelah lagi dan seterusnya.
  Mitosis
-       Interfase, fase sel dalam keadaan dewasa terdapatnya semua bagian hidup, kecuali pembelahan sel. Kromatin tampak sebagai butir – butir terbesar didalam inti sel. Sentromer terlihat diluar inti sel.
-       Profase, sentromer membelah menjadi dua dan bergerak berlawanan arah. Pasangan ini disebut dengan sentriol. Benang – benang kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatid.
-       Metafase, nukleolus yang tampak pada profase menjadi tidak tampak. Pasangan kromosom memendek dan pada posisi bidang ekuator ( bidang belah ) dengan sentriol sebagai kutub.
-       Anafase, pasangan kromatin mulai memisahkan diri, masing – masing menuju kutub ( sentriol ) yang berlawanan.
-       Telofase, masing – masing kromatid sudah di kutub sentriolnya. Sel mulai membelah diri menjadi dua. Nukleolus dan membran inti terbentuk kembali.
Sel yang dihasilkan adalah identik. Pada tumbuhan tidak terdapat kromosom. Pada fase telofase, sel tumbuhan memperlihatkan terbentuknya dinding sel dan sel hewan menunjukkan pembentukan membran sel.
Meoisis
Disebut juga pembelahan reduksi, di karenakan terjadinya pengurangan jumlah kromosom dalam prosesnya dari 2n menjadi n. menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Dalam pembelahan meoisis terjadi dua kali pembelahan sel secara berturut – turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis 1 dan meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom haploid (n).
b)     Perkembangbiakan Makhluk Hidup
Aseksual
1.   Pembelahan sel kembar, sel membelah membentuk sel anak yang mempunyai jumlah sitoplasma, hewan bersel satu (amuba) dan tumbuhan tingkat rendah.
2.   Kuncup, inti membelah menjadi dua sama besar. Sitoplasma tidak sama besar, yang kecil disebut kuncup. Hydra, binatang bunga karang.
3.   Pembentukan spora, spora adalah sel yang sangat kecil dan diselimuti selulosa. Spora dibentuk dari inti MH bersel satu, tiap inti disertai sedikit sitoplasma dan diselimuti selulosa. Spora menjadi sel baru dengan menembus dinding sel induknya, proses ini disebut sporulasi. Terdapat pada jamur roti.
4.   Vegetatif. Pembentukan individu baru dari bagian tubuh induk ( batang, akar, umbi, dll ). Umumnya tumbuhan berkembang biak dengan cara ini.
Seksual
5.   Konjugasi, dua sel yang memiliki bentuk yang sama disebut dengan isogamet. Peleburan isogamet disebut dengan konjugasi. Terjadi pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah.
6.   Fertilisasi, dua sel yang berbeda disebut heterogamet. Peleburan heterogamet disebut dengan fertilisasi. Terjadi pada tumbuhan dan hewan tingkat tinggi.

c)      Evolusi
Adalah proses perubahan yang terjadi perlahan – lahan dan terus – menerus dalam waktu yang sangat panjang. Mengetahui adanya evolusi dapat dilihat melalui fosil, umur bebatuan yang mengandung sisa kehidupan zaman dahulu. Makhluk sederhana terdapat di bebatuan yang lebih tua, memandingkan anatomi tubuh makhluk hidup.
1.      Azoikum, sebelum ada kehidupan kira – kira lima ribu juta tahun yang lalu.
2.      Archozaikum, zaman purba, saat keadaan bumi cukup dingin. Ada samudra, benua, sungai, gunung sekitar 2 – 3,5 ribu juta tahun yang lalu.
3.      Protozoikum, hidupnya makhluk hidup bersel satu – protozoa sekitar 1000 juta tahun yang lalu.
4.      Palozoikum, zaman primer, 200 – 600 juta tahun yang lalu. Kambrium ordovision, Silurian, devotan, karboniveros, dan permiran ( binatang laut tak bertulang belakang, ikan, tumbuhan, daratan, amphibi, insekta, reptile, hutan lebat, reptile besar ).
5.      Mezozpikum, zaman sekunder, 230 – 135 juta tahun yang lalu. Trias : dinosaurus, Yuras : mamalia, Kreta : musnahnya dino berkembangnya angiosperma.
Teori Evolusi
a.       Teori Lamarck
Leher panjang karena adaptasi
b.      Teori Darwin
Seleksi alam, The origin of Species by Means of Natural selection
c.       Teori Darwin-Weissman
Weissman menyempurnakan melalui teori genetika. Evolusi adalah aktivitas genetis, sel – sel tubuh tidak dipengaruhi lingkungan.
d.      Teori De Vries
Perubahan pada evolusi karena adanya mutasi gen. memadukan mutasi dengan Darwin. 
d)     Keanekaragaman makhluk Hidup
Klasifikasi :
1.      Dunia/Kingdom
2.      Phylum (Hewan)/Divisio (Tumbuhan)
3.      Klass (Kelas)
4.      Ordo
5.      Family (Keluarga)
6.      Genus
7.      Spesies (Jenis)
8.      Ras/bangsa (hewan);varietas (tumbuhan)


Daftar Pustaka
-          Purnama, Heri.. Ilmu Alamiah Dasar. 2003. Jakarta : PT. Rineka Cipta
-          Ahmad, Abu dan A. Supatmo. Ilmu Alamiah Dasar. 1998. Jakarta : PT. Bumi Aksara
-          Jasin, Maskoeri. Ilmu Alamiah Dasar; Untuk Perguruan Tinggi Non Eksata dan Umum. 1998. Jakarta : Raja Gafindo Persada
-          www. Wikipedia. com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar