Minggu, 07 April 2013

Ruang Lingkup IPA (IAD)


Ruang Lingkup IPA
Ilmu Alamiah Dasar ( Basic Natural Science ) merupakan ilmu pengetahuan alam yang mengkaji prinsip esensial saja, sehingga ruang lingkup Ilmu Alamiah Dasar ( Basic Natural Science ) secara garis besar meliputi : 
1.         Fisika ( Physics )
Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda tak hidup atau mati dari aspek wujud dengan perubahan – perubahan yang bersifat sementara. Fisika secara klasik dibagi dalam mekanika, panas, bumi, cahaya, gelombang, listrik, magnet dan teknik mekanika, teknik sipil, teknik listrik, dan termasuk dalam lingkup besar ilmu bumi dan antariksa.

2.         Kimia ( Chemistry )
Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan tidak hidup dari aspek susunan materi dan perubahan – perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi menjadi kimia anorganik dan kimia organic. Kedua bagian itu pada dasarnya membahas dasar keseluruhan, kemudian diikuti analisis kualitatif dan kuantitatif.

3.         Biologi ( Biological Science )
Ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan gejala – gejalanya. Biologi dibagi atas cabang – cabang antara lain :
a.      Botani
Adalah suatu cabang biologi yang mempelajari tentang seluk beluk tentang tumbuhan. Botani merupakan salah satu bidang kajian dalambiologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologitumbuh-tumbuhan. Dengan demikian, dalam botani dipelajari semuadisiplin ilmu biologi untuk mempelajari pertumbuhanreproduksi,metabolismeperkembangan, interaksi
dengan komponen biotik dankomponen abiotik, serta evolusi tumbuhan. Orang yang menekuni bidang botani disebut sebagai botanis.
b.      Zoologi
Adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan. Ilmu ini antara lain meliputi anatomi perbandingan,psikologi hewanbiologimolekularetologiekologiperilakubiologievolusionertaksonomi,
dan paleontologi. Kajian ilmiah zoologi dimulai sejak sekitar abad ke-16.
c.       Morfologi
Adalah suatu studi tentang struktur luar atau bentuk luar makhluk hidup. Morfologi dipakai oleh berbagai cabang ilmu. Secara harfiah, morfologi berarti 'pengetahuan tentang bentuk' (morphos). Berikut beberapa ilmu yang menggunakan nama morfologi:
·          Morfologi (linguistik), ilmu tentang morfem-morfem dalam bahasa.
·      Morfologi (biologi), ilmu tentang bentuk organisme,   terutama hewandan tumbuhan dan mencakup bagian-bagiannya.
·          Geomorfologi, ilmu tentang batuan dan bentuk luar bumi.
d.      Anatomi
adalah suatu studi tentang struktur – dalam atau bentuk – dalam makhluk hidup. Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang daribiologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan,histologi, dan anatomi manusia.
e.       Fisiologi
adalah suatu studi tentang fungsi bagian tubuh atau organ makhluk hidup. Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari bagaimanakehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi. Istilah ini dibentuk dari kataYunani Kuna φύσις, physis, "asal-usul" atau "hakikat", dan λογία, logia, "kajian". Fisiologi menggunakan berbagai metode ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung kehidupan.
f.       Sitologi ( Biologi Sel )
adalah suatu studi tentang sel secara mendalam meliputi struktur molekuler dan lain – lain. Biologi sel (juga disebut sitologi, dari bahasa Yunani kytos, "wadah") adalah ilmu yang mempelajari sel. Hal yang dipelajari dalam biologi sel mencakup sifat-sifat fisiologis sel seperti struktur dan organel yang terdapat di dalam sel, lingkungan dan antaraksi sel, daur hidup selpembelahan sel dan fungsi sel (fisiologi), hinggakematian sel. Hal-hal tersebut dipelajari baik pada skala mikroskopikmaupun skala molekular, dan sel biologi meneliti baik organisme bersel tunggal seperti bakteri maupun sel-sel terspesialisasi di dalam organisme multisel seperti manusia.
Menurut Abdullah Aly dan Eny Rahma dalam bukunya Ilmu Alamiah Dasar, bahwa ruang lingkup Ilmu Alamiah Dasar ( IAD ) adalah sebagai berikut :
1).   Alam semesta dan tata surya
2).   Bumi
3).   Asal mula kehidupan bumi
Sedangkan, H. Abu Ahmadi dan A. Supatmo mengelompokkan ruang lingkup       Ilmu Alamiah Dasar ( IAD ) kedalam lima pokok bahasan sebagai berikut :
1)      Kelahiran alam semesta
2)      Masalah tata surya
3)      Bumi
4)      Asal mula kehidupan bumi
5)      Perkembangan variabilitas makhluk hidup
Menurut pendapat dari dua penelitian diatas dapat diambil pembahasan sebagai berikut :
 1).  Alam Semesta dan Tata Surya
Mengenal Alam Semesta
Alam semesta adalah ruang dimana didalamnya terdapat kehidupan biotik maupun abiotik serta segala macam peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun yang belum dapat diungkapkan oleh manusia.
Teori terbentuknya alam semesta
a)        Teori Ledakan
Karena adanya suatu massa dan berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Massa itu kemudian berserakan mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan.
b)       Teori Ekspansi dan Kontraksi Teori
Teori berlandas pikiran bahwa ada suatu siklus dan alam semesta, yaitu “masa ekspansi” dan “masa kontraksi” diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 tahun.

Tata Surya
Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet (merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, Uranus, neptunus ) yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet – planet kerdil / katai ( Pluto, Ceres, Huamea, Makemake, eris ). 173 satelit – satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit ( meteor, asteroid, komet ) lainnya.

Hipotesis tentang terbentuknya tata surya :
a)      Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant ( 1724-1804 ) pada tahun 1775. Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis De Laplace pada tahun 1796. Oleh karena itu, hipotesis ini lebih dikenal dengan hipotesis nebula Kant-Laplace. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hidrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan perputarannya semakin cepat. Akibat gaya gravitasi, gas – gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet luar juga terbentuk.
b)     Hipotesis Planetesimal
Hipotesis planetesimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetesimal mengatakan bahwa tata surya terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabarak matahari.
c)      Teori Tidal
Teori tidal ( Jeans dan Harold ) mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari dua buah matahari yang bergerak mendekat. Lalu, terjadi peristiwa tarik menarik yang menyebabkan percikan – percikan dari matahari tersebut. Percikan – percikan ( tidal ) inilah yang menjadi planet dan benda-benda angkasa lainnya.
d)     Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom belanda yang bernama G. P. Kuiper ( 1905 – 1973 ) pada tahun 1950 menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar berbentuk cakram raksasa.
e)      Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle ( 1915 – 2001 ) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan – serpihan kecil. Serpihan itu akan terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.


Daftar Pustaka:

-                Purnama, Heri.. Ilmu Alamiah Dasar. 2003. Jakarta : PT. Rineka Cipta

-               Ahmad, Abu dan A. Supatmo. Ilmu Alamiah Dasar. 1998. Jakarta : PT. Bumi Aksara

-     Jasin, Maskoeri. Ilmu Alamiah Dasar; Untuk Perguruan Tinggi Non Eksata dan Umum. 1998.  Jakarta : Raja Gafindo Persada

-          www. Wikipedia. com




1 komentar: